Kamis, 04 Desember 2014

Menciptakan Semangat [Kerja] Baru


Minggu lalu gue mendapat tugas untuk mendatangi salah satu proyek pertambangan di daerah Batu Kajang, Paser Utara, Kalimantan Timur. Lokasi yang harus ditempuh dari darat dan laut selama sekitar 6 jam dari Kota Balikpapan. Dengan bangga, gue berangkat membusungkan dada dan kembali mengenakan seragam proyek beserta atribut wajibnya seperti helm, sepatu keselamatan, dan kacamata, yang biasa disebut Alat Pelindung Diri (APD). Misinya adalah membangun semangat kerja baru untuk mencapai tingkat produktivitas tinggi yang bebas celaka–lebih spesifiknya adalah mencegah kecelakaan tangan dan jari. Tentunya dengan cara dan semangat baru pula.

Di sana, gue mengumpulkan teman-teman teknisi lapangan beserta para pengawasnya, baik yang shift pagi maupun shift malam. Di hadapan mereka gue menyuarakan lantang aturan-aturan yang haram hukumnya jika tidak dipatuhi. Tidak. Gue menyampaikan hal-hal yang perlu disampaikan tidak dengan cara serius yang membosankan sehingga orang-orang harus kentut berulang kali lewat mulutnya. Gue membangun suasana kondusif penuh humor dan tawa menawan, berusaha menyatu dengan sekian banyak teman-teman yang ada di sana dengan cara masuk dalam kendali emosi, kemudian gue membuat satu permainan simulasi kerja yang diikuti oleh 5 orang setiap sesinya untuk menyadarkan mereka akan kebiasaan-kebiasaan tidak baik yang kerap dipraktikan supaya hal itu tidak diulangi lagi, termasuk mengajak mereka untuk lebih mengenal fisik diri beserta titik kekuatannya. Setelah itu baru gue menyampaikan pesan utama dan segala aturan yang diberlakukan dalam pekerjaan sehari-hari. Sesi pertemuan diakhiri dengan sama-sama gue mengajak seluruh audience untuk mengucapkan kalimat-kalimat positif dengan suara sangat keras hingga berulang kali. Hal yang sama gue lakuin juga kita mengumpulkan para pengawas di ruang meeting. Hari itu, rasanya gue seakan sedang menyamar jadi Mario Teguh. Atau mungkin Mario Teguh yang sedang menyamar jadi gue? Kok malah bikin bingung? Yaudah, pokoknya rambut gue jauh lebih tebal dari Mario Teguh.





Gak lupa juga kami bahas tentang keharusan berucap syukur, karena di kondisi bisnis yang sedang lemah saat ini, karyawan di sana tidak mengalami pemutusan hubungan kerja, justru menerima karyawan baru, yang hari itu juga diperkenalkan di depan seluruh karyawan yang hadir saat itu. Sungguh pertemuan yang membangkitkan semangat kerja baru, saling menularkan energi positif dan senyum merekah penghalau galau. Senang bisa melihat semakin banyaknya orang yang bisa kembali bekerja dan berkarya.

Ngomong-ngomong soal lapangan kerja, gue jadi inget lagi soal program hilirisasi mineral dalam negeri yang ditegaskan oleh Pemerintah lewat Undang-Undang Minerba (Mineral dan Batu-Bara). Hal itu sangat membantu dalam mewujudkan pengadaan lapangan kerja yang lebih luas, pastinya. Senyuman tegar seperti teman-teman yang ada di gambar di atas, bisa terlihat di lebih banyak lagi belahan Indonesia lainnya, karena semakin menurunnya angka pengangguran. Untuk ke sekian kalinya gue ngomong, aturan itu harus benar-benar didukung dan dijaga bersama, sehingga tidak ada  lagi tekanan dari perusahaan-perusahaan besar dan tekanan dari kekuatan lain yang mempengaruhi implementasinya aturan tersebut untuk menjadi lemah.

Tapi tidak hanya dari aturan saja yang diperkuat. Setelah semakin banyaknya industri dan lapangan kerja baru dibuka, persaingan bukannya berkurang, justru bertambah. Apalagi ke depannya kita akan menghadapi pasar global. Yang gak kalah penting adalah skill dari para pekerja Indonesia. Nah, bagaimana caranya pemerintah baru nanti membangun sistem untuk membekali pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama yang kesulitan mendapatkan pekerjaan karena tidak memiliki keterampilan dan atau orang-orang yang kena dampak PHK. Karena ke depannya, Indonesia akan memasuki era baru, dalam bidang pertambangan salah satunya. Ketika sistem dan sumber daya manusia tidak siap, era baru akan menjadi masa penjajahan baru.

Untuk membangun sistem, perbekalan dan mempertahankan konsistensi, tentu membutuhkan banyak usaha bahkan banyak dana. Artinya akan ada kerugian-kerugian yang timbul. Sama halnya dengan larangan ekspor mineral mentah yang diberlakukan sekian waktu terakhir, pasti menimbulkan banyak kerugian. Ekonomi negara pun kena dampak. Tetap kita harus menatap jauh ke depan, gapapalah rugi dulu saat ini, karena ketika nanti semuanya sudah stabil, keuntungannya akan jauh lebih besar dan efisien dirasakan bersama, kerugian-kerugian yang pernah timbul akan tertutupi, gue yakin itu.

Salah satu bukti pergerakan pengembangan penegakkan hukum Indonesia yang berdampak baik adalah munculnya kesepakatan baru antara pemerintah dengan Freeprot. Setelah itu, baru-baru ini Newmont pun melakukan hal yang sama. Newmont sudah menempatkan dana sebesar US$ 25 juta sebagai jaminan keseriusannya mengadakan smelter. Juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisikan 6 poin re-negosiasi; luas wilayah operasi, royalti/pajak/bea ekspor, pengolahan & pemurnian dalam negeri, divestasi saham, peningkatan konten lokal, dan masa berlaku kontrak karya.

Newmont akan kembali beroperasi normal. Karyawan dan kontraktor yang dirumahkan akan segera dipanggil kembali. Hilanglah kerisauan banyak pengumpul rejeki. Ah, sungguh kabar yang menggembirakan.

Semakin optimis dengan Indonesia baru, Indonesia penguasa era baru.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Assalamu’alaikum Wr. Wb…. It’s just a simple personal blog which is useful for me to introduce me myself and my familly to everyone in the world. I want find new friends esprecially from other contries in order that i can share about information or anything. besides, I wanna try to learn english as my first foreign language by communicating with other people in internet coz i am still the english learner so that there are still many mistakes may be found in this site. If you have a comment, critic, or feedback, please write here.

Address:

Jl. Kubang Raya Gg. Syuhada No.17 RT 02 RW 08, Kel. Tuah karya Kec Tampan Pekanbaru, Riau 28293

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

085 222 111 786