Selasa, 11 November 2014

Penerimaan Kas Atas Pendapatan Jasa Penginapan Daarul Jannah Cottage



Pengertian Sistem
Definisi sistem menurut Jogiyanto (2008 : 1-2) dapat dilihat dari dua kelompok pendekatan yaitu yang menekankan pada prosedur dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.
1.                  Berdasarkan penekanan prosedur sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.
2.                  Berdasarkan penekanan komponen sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
    Karakteristik Sistem
(Krismiaji 2010:1) menyatakan, suatu system memiliki tiga karakteristik, yaitu:
1.                  Komponen, merupakan sesuatu yang dapat dilihat, didengar, atau dirasakan.
Description: D:\Kuliah\semester 6\PKL\tita\BUAT BAB 2\komponen sistem.JPG
Gambar 2.1 Komponen Sistem (Anastasia Diana dan LilisSetiawati, 2012:4)

Anastasia Diana dan Lilis Setiawati (2012:4) menyatakan bahwa, “komponen system terdiri atas input, proses dan output. Input adalah data-data yang relevan untuk menghasilka ninformasi yang diinginkan. Proses adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengolah data menjadi informasi. Sedangkan output adalah berupa informasi yang merupakan hasil dari pemrosesan data.”
2.                  Proses, yaitu kegiatan untuk mengkoordinasikan komponen yang terlibat dalam suatu sistem.
3.                  Tujuan, yaitu sasaran akhir yang ingin dicapai dari kegiatan koordinasi komponen tersebut. 
    Tujuan Sistem Akuntansi
Terdapat beberapa tujuan sistem Akuntansi menurut para ahli, diantaranya:
1.                  Mulyadi (2010:19) adalah :
1.                  Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.  Kebutuhan pengembangan sistem akuntansi terjadi jika perusahaan baru didirikan atau suatu perusahaan menciptakan usaha baru yang berbeda dengan usaha yang telah dijalankan selama ini.
2.                  Usaha untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan.  Informasi akuntansi dianggap memiliki kualitas tinggi apabila informasi yang bersangkutan bersifat relevan, tepat waktu, mempunyai daya saing, teruji kebenarannya, mudah dipahami dan lengkap.
3.                  Untuk meningkatkan pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggung jawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.  pengembangan sistem akuntansi dapat pula ditujukan untuk memperbaiki pengecekan intern agar informasi yang dihasilkan sistem tersebut dapat dipercaya.
4.                  Untuk mengurangi biaya klerikal dalam pemyelenggaraan catatan akuntansi.  Pengembangan sistem akuntansi seringkali ditujukan untuk menghemat biaya.  Informasi merupakan barang ekonomi, untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber ekonomi lainnya.  Oleh karena itu, dalam menghasilkan informasi perlu dipertimbangkan besarnya manfaat yang diperoleh dengan pengorbanan yang dilakukan.  Jika pengorbanan untuk memperoleh informasi keuangan diperhitungkan  lebih besar dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh, sistem yang sudah ada perlu dirancang kembali untuk mengurangi pengorbanan sumber daya yang bagi penyediaan informasi..
2.                  Anastasia Diana dan Lilis Setiawati (2011:5)
1.                  Mengamankan harta atau kekayaan. Harta atau kekayaan disini meliputi ksa perusahaan, persediaan barang termasuk asset tetap perusahaan.
2.                  Menghasilkan beragam informasi untuk pengambilan keputusan.
3.                  Menghasilkan informasi untuk pihak eksternal. Misalnya untuk pembayaran pajak, utang piutang dengan pihak ketiga bisa bank atau lainnya, ataupun koperasi simpan pinjam.
4.                  Menghasilkan informasi untuk penilaian kinerja karyawan atau divisi.
5.                  Menyediakan data masa lalu untuk kepentingan audit (pemeriksaan).
6.                  Menghasilkan informasi untuk penyusunan dan evaluasi anggaran perusahaan
7.                  Menghasilkan informasi yang diperlukan dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
    Pengguna Sistem Akuntansi
Anastasia Diana dan Lilis Setiawati (2011:11) mengatakan, Pihak-pihak yang memanfaatkan sistem akuntansi perusahaan terdiri atas :
1.                  Pihak internal perusahaan. Kelompok ini terdiri dari para manajer yang didalam kapasitasnya di perusahaan memerlukan informasi sesuai bentuk tugas dan tanggung jawabnya, mereka membuat keputusan berdasarkan data dan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi. Apabila informasi yang mereka peroleh dapat menunjang tugasnya, maka kinerja perusahaan akan meningkat.
2.                  Pihak eksternal. Kelompok ini adalah pihak-pihak di luar perusahaan memiliki kepentingan dengan perkembangan perusahaan, posisi mereka adakalanya menentukan terhadap eksistensi perusahaan ke depan. Mereka memerlukan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi, mereka berada diluar perusahaan, seperti pemegang saham, kreditor, dan masyarakat umum.

       Prosedur
    PengertianProsedur
Prosedur penting dimiliki bagi suatu organisasi agar segala sesuatu dapat dilakukan secara seragam, yang pada akhirnya prosedur akan menjadi pedoman bagi suatu organisasi dalam menentukan aktivitas apa saja yang harus dilakukan untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.
Berikut ini pengertian prosedur menurut beberapa ahli :
Menurut Susanto (2008 : 264) menjelaskan bahwa :
 “Prosedur adalah rangkaian aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara yang sama. Prosedur penting dimiliki bagi suatu organisasi agar segala sesuatu dapat dilakukan secara seragam.”
    Karakteristik Prosedur
Adapun karakteristik prosedur menurut Mulyadi (2008: 6) yaitu:
1.    Prosedur menunjang tercapainya tujuan organisasi.
2.    Prosedur mampu menciptakan adanya pengawasan yang baik dan menggunakan biaya seminimal mungkin.
3.    Prosedur menunjukan urutan-urutan yang logis dan sederhana.
4.    Prosedur menunjukan adanya penetapan keputusan dan tanggung jawab.
5.    Menunjukan tidak adanya keterlambatan atau hambatan.
       Fungsi yang Terkait
Menurut Tambunan (2013:148), “Hal yang terpenting yang harus diperhatikan dalam penyusunan suatu prosedur adalah pihak atau unit atau fungsi yang terlibat di dalam prosedur yang bersangkutan.”
       Dokumen yang Digunakan
Menurut Mulyadi (2008:3) “Formulir sering disebut dengan istilah dokumen, karena dengan formulir ini peristiwa yang terjadi dalam organisasi direkam (didokumentasikan) di atas secarik kertas. Selanjutnya Mulyadi (2008:75) menyatakan bahwa“ Formulir tersebut berisi informasi yang telah tercetak, misalnya nomor urut formulir dan nama formulir.”
Pendistribusian suatu dokumen di dalam suatu sistem, digambarkan dalam suatu bagan alir dokumen (flowchart).
Menurut Krismiaji (2010:71) “Bagan Alir merupakan teknik analitis yang digunakan untuk menjelaskan aspek-aspek system informasi secara jelas, tepat, dan logis.”
Menurut Mulyadi (2010: 60-63) simbol-simbol yang terdapat dalam flowchart serta arti dan kegunaan simbol tersebut adalah sebagai berikut:

Simbol
Nama
Keterangan

Dokumen
Digunakan untuk semua jenis dokumen
yang merupakan formulir untuk merekam transaksi.

Dokumen rangkap
Menggambarkan dokumen asli dan tembusannya.


Berbagai dokumen
Menggambarkan berbagai jenis dokumen
yang digabungkan bcrsama dalam satu paket.

 


Penghubung pada
halaman yang
sama
Menggambarkan alir dokumen dibuat mengalir dari atas
ke bawah dan dari kiri kekanan. Simbol penghubung
yang memungkinkan aliran dokumen berhenti di suatu lokasi pada halaman tertentu dan kembali berjalan
pada halaman yang sama.

Penghubung
pada Halaman
yang berbeda
Untuk menggambarkan bagan alir dokumen suatu
sistem diperlukan lebih dari satu halaman.

Kegiatan manual
Untuk menggambarkan kegiatan manual seperti :
menerima order, mengisi formulir,membandingkan dll

Arsip permanen
Menunjukkan tempat penyimpanan dokumen
secara permanen yang tidak akan diproses lagi
Catatan
Menggambarkan caiatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat data vang direkam sebelumnya di dalam
Dokumen

Keying, Typing
Menggambarkan pemasukan data ke dalam komputer melalui on-line terminal

Punched Tape
Menggambarkan arsip komputer yang berbentuk
pita magnetik

DirectAccess Storage
Untukpenyimpanan data base


Keputusan
Menggambarkan keputusan yang harus dibuat dalam
proses pengolahan data. Keputusan yang dibuat ditulis dalam simbol

Garis alir
Menggambarkan arah proses pengolahan data
Mulai/berakhir
Menggambarkan awal dan akhir suatu sistem akuntansi


Keterangan/komentar
Untuk menambahkan komentar agar pesan yang disampaikan lebih jelas
Tabel 2.1. Simbol-simbol flowchart
Sumber: Mulyadi: Sistem Akuntansi, Salemba Empat, Bandung 2010
      Pengendalian Internal
Pengertian Pengendalian Internal
Warren Reeve Fess (2008:226) dalam bukunya menyatakan bahwa “Pengendalian atau control merupakan seluruh kegiatan untuk mengarahkan operasi mereka, melindungi aktiva dan mencegah penyalahgunaan system dalam perusahaan.”
   Unsur-Unsur Sistem Pengendalian Internal
Unsur pengendalian intern menurut Warren Reeve Fess (2008 : 209) adalah sebagai berikut:
1.                  Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian suatu perusahaan mencakup seluruh sikap manajemen dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian. Manajemen harus menekankan pentingnya pengendalian dan mendorong dipatuhinya kebijakan pengendalian akan menciptakan lingkungan pengendalian yang efektif.
2.                  Penilaian Resiko
Semua organisasi menghadapi resiko. Contoh-contoh resiko meliputi perubahan-perubahan tuntutan pelanggan, ancaman persaingan, perubahan peraturan, perubahan faktor-faktor ekonomi seperti suku bunga, dan pelanggaran karyawan atas kebijakan dan prosedur perusahaan. Manajemen harus memperhitungkan resiko ini dan mengambil langkah penting untuk mengendalikannya sehingga tujuan dari pengendalian internal dapat dicapai. Setelah resiko diidentifikasi, maka dapat dilakukan analisis untuk memperkirakan besarnya pengaruh dari resiko tersebut serta tingkat kemungkinan terjadinya, dan untuk menentukan tindakan-tindakan yang akan meminimumkannya.
3.                  Prosedur pengendalian
1.      Prosedur pengendalian ditetapkan untuk memberikan jaminan yang wajar bahwa sasaran bisnis akan dicapai, termasuk pencegahan penggelapan, Ada baiknya juga bila dilakukan perputaran atau rotasi tugas di antara karyawan klerikal dan mengharuskan para karyawan non klerikal untuk mengambil cuti. Kebijakan ini mendorong para karyawa nuntuk menaati prosedur yang digariskan. Disamping itu, kesalahan atau penggelapan dapat dideteksi.
2.      Pemisahan tanggung jawab untu koperasi yang berkaitan. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya ketidakefisienan, kesalahan dan penggelapan, maka tanggung jawab untuk operasi yang berkaitan harus dibagi kepada dua orang atau lebih.
3.      Pemisahan operasi, pengamanan aktiva dan akuntansi. Kebijakan pengendalian harus menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas berbagai aktifitas usaha. Untuk mengurangi kemungkinan timbulnya kesalahan dan penggelapan, maka tanggung jawab atas operasi, pengamanan aktiva dan akuntansi harus dipisahkan. Selanjutnya, catatan akuntansi akan digunakan sebagai alat pengecekan independen terhadap mereka yang bertugas mengamankan aktiva dan mereka yang berkecimpung dalam operasi usaha.
4.      Prosedur pembuktian dan pengamanan. Prosedur pembuktian dan pengamanan harus digunakan untuk melindungi aktiva dan memastikan bahwa data akuntansi dapat dipercaya. Hal ini dapat diterapkan pada banyak hal seperti prosedur otorisasi, persetujuan dan rekonsiliasi.
5.                  Pemantauan atau monitoring
Pemantauan terhadap system pengendalian internal akan mengidentifikasi dimana letak kelemahannya dan memperbaiki efektivitas pengendalian tersebut. Sistem pengendalian internal dapat dipantau secara rutin atau melalui evaluasi khusus. Pemantauan rutin bisa dilakukandengan mengamati perilaku karyawan dan tanda-tanda peringatan dari system akuntansi tersebut.
6.                  Informasi dan komunikasi
Informasi dan komunikasi merupakan unsure dasar dari pengendalian internal.Informasi mengenai lingkungan pengendalian, penilaian resiko, prosedur pengendalian dan pemantauan diperlukan oleh manajemen untuk mengarahkan operasi dan memastikan terpenuhinya tuntutan-tuntutan pelaporan serta peraturan yang berlaku.
    Tujuan Pengendalian Internal
Pengendalian internal dalam suatu perusahaan akan dijalankan dengan seefektif mungkin oleh seluruh anggota yang terdapat pada suatu perusahaan itu sendiri. Adapun tujuan dari dibentuknya sistem pengendalian internal menurut mulyadi (2008 : 163) adalah sebagai berikut :
1.    Menjaga kekayaan organisasi
Harta milik perusahaan ada kemungkinan di salah gunakan atau dirusak kecuali jika dilindungi dengan baik. Pengamanan harta milik perusahaanmeliputi pengawasan secara fisik maupun secara akuntansi.
2.    Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi
Didalam menjalankan tugasnya manajer perlu memahami informasi yangcermat, tepat dan dapat dipercaya. Pengawasan intern di pandang untuk memberikan jaminan proses pengolahan data akuntansi untuk menghasilkan intern akuntansi yang diteliti handal. Data akuntansi mencerminkan perubahan kekayaan perusahaan, maka ketelitian dan data akuntansi yang menginformasikan pertanggung jawaban penggunaan harta perusahaan.
c. Mendorong efisiensi
Pengawasan intern dalam perusahaan ditujukan untuk mencegah duplikasiusaha yang tidak perlu atau setidak-tidaknya dapat mencerminkan terjadinyapemborosan sumber daya yang tidak efisien.
1.    Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.
Untuk mencapai tujuan, manajer mengadakan prosedur atau aturan pelaksanaan. System pengawasan intern dimaksudkan untuk meyakinkan manajer bahwa semua prosedur yang telah di gariskan dengan mudah dapat diprediksi dan diidentifikasi serta manajer dapat dengan mudah melaksanakan tindakan pengesahan dan perbaikan dengan cepat dan tepat apabila terjadi penyimpangan.
Romney dan Steinbart (2006:196) menyatakan berdasarkan COSO, tujuan system pengendalian intern adalah:
1.    Menghasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya
2.    Menghasilkan operasi yang efektif dan efisien
Memenuhi hukum dan peraturan yang ditetapkan
Penerimaan kas
    Pengertian Kas
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia dalam PSAK (2009:22) memberikan definisi kas sebagai berikut :
Kas terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro. Setara kas adalah investasi yang sifatnya liquid berjangka pendek dan yang sengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah tertentu tanpa menghadapi resiko perubahan nilai yang signifikan”.
   Pengertian Penerimaan Kas
Menurut Menurut Widanaputra (2009:92)
Kas merupakan akun yang penting dalam operasional suatu hotel, tanpa ditunjang dengan kas yang memadai akan dapat mengganggu kelancaran aktivitas operasional suatu hotel, karena kas juga sebagai modal kerja yang sangat menunjang kelangsungan aktivitas keseharian sutau hotel,  suatu hotel dalam operasional nya memerlukan dana yang tidak sedikit, dimana dana tersebut akan digunakan untuk membiayai semua pengeluaran yang disediakan sebagai fasilitas tamu selama menginap, dan dana tersebut baru bias diperoleh kembali oleh perusahaan setelah tamu yang menginap atau menggunakan fasilitas hotel sudah melakukan pembayaran .
 Hampir sebagian besar tamu yang menggunakan agen akan menunda pembayaran sampai mereka selesai menggunakan fasilitas yang ada, kecuali tamu yang datang secara individu (walk in) biasanya memberikan  pembayaran dimuka sebagai uang muka (deposit). Penerimaan kas biasa berupa penerimaan hasil  penjualan tunai dari outlet,hasil penjualan yang diterima from office saat tamu check out, dan hasil pengumpulan piutang dari agen.
   Sistem Akuntansi Penerimaan Kas
            Menurut Mulyadi (2009:455), Sumber penerimaan kas terbesar suatu perusahaan dagang, seperti took buku berasal dari transaksi penjualan tunai mendasarkan sistem pengendalian intern yang baik, sistem penerimaan kas dari penjualan tunai mengharuskan :
1.                  Penerimaan kas dalam bentuk tunai harus segera disetor ke bank dalam jumlah penuh dengan cara melibatkan pihak lain kasir untuk melakukan internal check.
2.                  Penerimaan kas dari penjaualan tunai dilakukan melalui transaksi kartu kredit, yang melibatkan bank penerbit kartu kredit dalam pencatatan transaksi penerimaan kas.

 Pengertian hotel
            Bagi wisatawan, hotel sebagi tempat penginapan diharapkan terwujud seperti rumah ideal atau a home away from home. Dihotel , para wisatawan dapat menyendiri, istirahat merebahkan diri, dan dengan mata mengawang sambil mendengarkan  alunan music yang lembut sambil menguas segala yang menyenagkan selama berwisatawan apabila yang melayani adalah orang-orang yang andal berwajah cerah, penuh dengan senyum persahabatan dank ekeluargaan, serta adanya fasilitas penunjang pariwisata yang lengkap.
Widanapura (2009;20), mengatakan “hotel adalah suatu perusahaan yang dikelolaoleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidur kepada orang – orang yang  sedang melakukan perjalanan dan mampu membayarnya dengan jumlah yang wajar  sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya perjanjian khusus. “
AHMA ( AMERICAN HOTEL & MOTEL ASSOCIATION), “hotel adalah suatu tempat yang menyediakan tempat menginap, makanan dan minuman, dan pelayanan lainnya untuk di sewakan kedapa tamu  atau orang – orang tinggal sementara waktu. “
Berdasarkan surat keputusan menparpostel NO. KM 37/PW.340/MPPT- 86, Peraturan usaha dan penggolongan hotel menyebutkan suatu jenis akomodasi yang mepergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya bagi umum yang di kelola secara komersial.
            Pengertian hotel menparpostel tersebut, membedakan pengertian penginaman atau losmen, dimana dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa penginapan atau losmen tidak termasuk pengertian hotel. Penginapan atau losmen  adalah suatu usaha komersial yang menggunakan sebagaian atau seluruh dari bangunan yang khusus disediakan bagi setiap orang untuk memperoleh pelayanan sewa kamar untuk menginap. Dengan demikian bedanya dengan hotel adalah penginapan tidak menyediakan pelayanan makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya.
Dapat ditarik kesimpulan bawa hotel adalah usaha komensasi yang menyediakan tempat menginap, makanan, dan pelayanan – pelayanan lain untuk umum.
Widanapura (2009;22) Dari seluruh rumusan dan pengertian di atas , maka yang dimaksud dengan hotel adalah suatu badan usaha yang bergeraK dibidang jasa dan di dalamnya terdapat beberapa  unsur pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu :
1.                  Suatu jenis akomodasi.
2.                  Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada.
3.                  Menyediakan  fasilitas pelayanan jasa penginapan,
4.                  Menyediakan makan dan minuman serta jasa penginapan ,
5.                  Fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu dan masyarakat umum yang menginap.
6.                  Berfungsi sebagai tempat sementara.
7.                  Dikelola secara komersial.
Widanapura (2009;24), Industry hotel terdiri dari beberapa jenis operasi yang berbeda yang menyediakan produk dan jasa pada klien atau tamu. Ada beberapa karaktreristik dari industry hotel (gray,1996), yaitu :
1.                  Usaha musiman (seasonality of business), yang ditunjukan dengan fluktuasi dalam volume pemjualan pada  saat peak season (Agustus, September dan desember dan off season (maret, april, dan mei ).
2.                  Mempunyai rantai distribusi dan rentang waktu yang pendek, seperti dalam operasi jasa makanan, dimana bahan mentah diolah menjadi produk jadi kemudian dijual dan menjadi kas waktu yang relative singkat, sehingga investasi pada persediaan nilainya minimal (biasanya berkisar antara 5% dari total aktiva).
3.                  Merupakan industri yang menggunakan tenaga kerja secara intensif, dimana memberikan pelayana yang cepat, fasilitas pelayanan selama 24 jam, mengutamakan kepuasan tamu ,sehingga dari hal tersebut beban gaji menjadi elemen utama dalam kos penjualan.
4.                  Investasi pada industry hotel sebagian besar dalam aktiva tetap, seperti kos konstruksi, furniture, elektronik dan   lain – lainnya (biasanya berkisar 55% - 85% dari total aktiva).
    Jenis Penggolongan Hotel Atau Klasifikasi Hotel
            Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatau system pengelompokan hotel kedalam bebagai kelas atau tingkatan, berdasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat dikelompokan kedalam berbagai criteria menurut kebutuhannya, namun ada beberapa criteria yang dianggap paling lazim di gunakan. Sistem klasifikasi hotel di dunia berlainan antara Negara yang satu dengan Negara yang lain. Sebagai contoh Negara tiongkok menggunakan klasifikasi : tourist class, standart & super class. Negara Bulgaria, kolombo, equador, Syria, Kuwait menggunakan klasifikasi hotel kelas A, B,C,D dan E.
Di Indonesia pada tahun 1977, dengan keputusan menparpostel  No. PM.10/PW,301/Pdb – 77 tentang usaha dan klasifikasi hotel, ditetepkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada :
1.                  Jumlah kamar
2.                  Fasilitas
3.                  Peralatan
4.                  Mutu pelayanan
Bedasarkan  pada penilaian tersebut hotel – hotel di Indonesia kemudian digolongkan ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu : bintang satu sampai bintang lima.
Widanapura (2009;32) Tujuan dari klasifikasi atau penggolongan hotel secara umum adalah:
1.                  Sebagai pedoman teknis bagi calon investor untuk memilih investasi nya dibidang usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melatai.
2.                  Memberikan informasi kepada para tamu yang akan menginap dihotel tentang standart fasilitas yang dimiliki oleh masing – masing jenis dan tipe hotel.
3.                  Agar tercipta suatu persaingan yang sehat antara pengusaha hotel.
4.                  Supaya tercipta keseimbangan antara permintaan (supply) dan penawaran (demand) dalam usaha perhotelan.
 Penerimaan Kas Atas Jasa Penginapan

            Penerimaan kas atas jasa penginapan hotel merupakan aktivitas utama dalam bidang jasa perhotelan, karena hotel merupakan tempat terjadinya jasa penginapan maka hotel dalam aktivitasnya akan memungut tariff atas jasa penginapan tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Assalamu’alaikum Wr. Wb…. It’s just a simple personal blog which is useful for me to introduce me myself and my familly to everyone in the world. I want find new friends esprecially from other contries in order that i can share about information or anything. besides, I wanna try to learn english as my first foreign language by communicating with other people in internet coz i am still the english learner so that there are still many mistakes may be found in this site. If you have a comment, critic, or feedback, please write here.

Address:

Jl. Kubang Raya Gg. Syuhada No.17 RT 02 RW 08, Kel. Tuah karya Kec Tampan Pekanbaru, Riau 28293

Work Time:

Monday - Friday from 9am to 5pm

Phone:

085 222 111 786