Ada yang beranggapan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan modul akan membuat siswa menjadi bingung dan bahkan tidak mengerti apa yang sedang mereka pelajari. Padahal modul justru dapat memotivasi siswa untuk lebih mudah memahami pelajaran, gemar membaca, serta membantu guru dalam mencapai suatu Kompetensi Dasar (KD).
Belajar dengan modul? Rasanya asing bagi saya memberikan materi pembelajaran dengan menggunakan modul. Sebagai seorang guru kelas 6 di SDN Mangunharjo 3, kota Probolinggo kadang saya merasa kesulitan ketika memberikan suatu materi pembelajaran kepada siswa-siswi saya. Kebiasaan gaduh atau ramai di kelas pada waktu pembelajaran berlangsung, sering terjadi. Oleh karena itu saya berupaya mencari solusi agar pelaksanaan proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang saya harapkan.
Suatu ketika sekolah kami mendapat undangan workshop dengan materi “Pelatihan Penulisan Bahan Ajar bagi Guru di Lingkungan Dinas Pendidikan Kota Probolinggo”. Kebetulan saya ditunjuk untuk menghadiri workshop tersebut. Dalam kegiatan itu kami di latih untuk bisa menulis LKS (Lembar Kerja Siswa), menulis modul pembelajaran, dan pengembangan buku teks dan diktat. Dari hasil workshop selama 3 hari itu, saya mencoba untuk menggunakan modul dan LKS yang saya tulis sendiri untuk diimplementasikan pada siswa-siswi saya. Saya mengambil mata pelajaran IPA dengan materi pembelajaran “Ciri-ciri khusus beberapa jenis hewan (kelelawar, cecak, bebek) dan lingkungan sekitarnya” dengan waktu 5 x 35 menit (2 x pertemuan) dengan jumlah 45 siswa. Sebelum modul saya bagikan, pembelajaran saya mulai dengan memberikan penjelasan sedikit tentang modul yang akan digunakan. Setelah itu barulah modul saya bagikan kepada siswa agar mereka mulai membaca dan mengerjakan tugas-tugas yang ada pada modul. Selama pembelajaran berlangsung saya melihat ada rasa antusias dari siswa. Mereka yang biasanya gaduh, menjadi tenang karena sibuk membaca dan mengerjakan tugas-tugas di modul.
Bisa dikatakan, dengan menggunakan modul bisa membantu dan memperlancar seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Dari hasil pengerjaan tugas-tugas yang ada di modul, dari 45 siswa, 35 siswa dapat mengerjakan semua tugas yang ada di modul dengan baik. Masih ada 10 siswa yang harus membaca lagi modul tersebut karena mereka tidak mengerjakan tugas modul dengan baik. Setelah membaca lagi, akhirnya mereka dapat menyelesaikan tugas dengan baik walaupun harus mengulang. Tetapi semangat mereka untuk menyelesaikan tugas modul patut mendapat pujian. Demikian sedikit sumbang saran atau masukan dari saya, semoga dapat bermanfaat bagi semua guru di Indonesia.

0 komentar:
Posting Komentar