Banyak faktor penyebab menurunnya motivasi hidup. Faktor dari luar misalnya, pekerjaan yang tidak sesuai bakat, sasaran yang tidak tercapai, lingkungan kerja, penghasilan yang tidak seimbang dengan kerja keras, tuntutan dari isteri, anak, saudara kandung termasuk orang tua, tetangga yang usil, hutang yang belum dibayar, dan berbagai hal yang membuat Anda bisa pusing tujuh keliling. Daftarnya bisa belasan bahkan puluhan.
Para ahli motivasi berusaha menemukan resep untuk meningkatkan motivasi. Sosok seperti Abraham Maslow, Hezberg, dan Taylor ikut andil memberikan ide. Abraham Maslow misalnya meluncurkan ide bahwa kebutuhan manusia itu berjenjang dan bila ingin memiliki motivasi yang stabil, seseorang harus beraktualisasi diri.
Hezberg meluncurkan ide agar organisasi memberikan kompensasi yang menarik, kebijakan yang adil, lingkungan kerja yang baik, supervisi, perlindungan kerja, tugas yang jelas, pengembangan diri, dan penghargaan.
Taylor datang dengan ide bahwa uanglah yang memotivasi seseorang.
Namun demikian, motivasi hidup tidak terangkat dengan mendapatkan hal-hal yang baru disebutkan tadi. Untuk sesaat, hal-hal tadi bisa memunculkan gairah, tetapi untuk waktu yang lama, tidak.
Motivasi hidup tidak selalu bisa bertahan lama dengan memiliki pekerjaan yang bergaji
tinggi, bekerja di perusahaan yang
bonafit, memiliki rumah besar,
mengendarai mobil mewah atau
mempersiapkan asuransi jiwa,
kesehatan dan pendidikan.
Meningkatkan motivasi memang tidak mudah. Sekalipun kita mendengar presentasi motivator ulung, tidak serta merta kita termotivasi. Pemikiran untuk termotivasi mungkin terlintas bahkan mungkin masih teringat sampai di rumah.
Motivasi tidak semata-mata muncul karena
menyaksikan presentasi motivator hebat
atau membaca buku-buku motivasi
yang masuk daftar 'best seller.'
Ada faktor x yang membuat Anda
termotivasi, dan faktor itu
di luar Anda dan saya.
Apa yang Anda lakukan untuk meningkatkan motivasi hidup Anda?Saya mau berbagi pemikiran. Resepnya sederhana.
- Cobalah mengambil waktu sejenak untuk memikirkan tujuan hidup Anda. Anda bisa pergi ke tempat sunyi atau jauh dari kebisingan.
- Kemudian, ambil secarik kertas dan pulpen dan tulislah apa sasaran hidup Anda. Tulislah hal-hal yang ingin Anda kerjakan. Tulis juga apa yang ingin Anda raih. Misalnya, Anda ingin
meningkatkan keharmonisan hubungan keluarga Anda, mencari pekerjaan baru, aktif dalam satu asosiasi professional, memberikan perhatian yang lebih intens terhadap orang tua Anda, berlibur ke Eropah, atau Anda memilih pindah ke kota lain, atau apa saja yang baik untuk Anda lakukan. Mungkin Anda misalnya mau mereposisi sikap Anda terhadap keyakinan Anda. Tulislah itu di atas
kertas atau dalam buku yang khusus.

0 komentar:
Posting Komentar