- Pindahkan posisi tuas ke N bila mobil sedang berada di traffic light untuk mencegah keausan mesin matik. Jangan menggunakan posisi D ketika menginjak pedal rem. Kemudian ketika memarkir mobil injaklah pedal rem dan tarik rem tangan serta pindahkan posisi tuas ke dalam posisi P agar roda terkunci dengan aman baru matikan mesin. Jangan menggunakan tuas dalam posisi P jika mobil belum sepenuhnya berhenti! Jangan tinggalkan mobil terparkir dalam kondisi tuas D! Jika tidak maka plat kopling anda akan cepat rusak, masukkan lah tuas dalam posisi P, maka mobil akan terparkir dalam posisi yang aman.
- Transmisi otomatis memiliki jumlah kanvas kopling lebih banyak dibandingkan transmisi manual. Kanvas kopling tersebut berkerja dan bergesekan saat mobil berjalan, dan dari gesekan tersebut akan ada serbuk-serbuk halus. Semakin tua usia oli mobil maka kekentalan dan viskolitas akan menurun sehingga gesekan antar kanvas kopling semakin keras dan semakin banyak serpihan yang dihasilkan. Oleh karena itu bagi pemilik mobil transmisi otomatis harus tepat waktu ketika melakukan ganti oli, karena bisa berakibat fatal!
- Tanda-tanda jika sudah terjadi kerusakan adalah ketika timbul gejala kopling selip, ditandai dengan tidak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil. Mesin sudah berada pada putaran tinggi tetapi laju kendaraan masih tersendat dan tidak berimbang. Maka bisa dicek dengan memasukkan perseling pada posisi D atau R kemudian lepas rem. Jika dalam kondisi normal, maka mobil akan langsung bergerak. Jika tidak, harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena terjadi masalah pada mesin matiknya.
- Pengecekkan kondisi oli mobil biasanya dilakukan dengan melihat tongkat pengukur atau sering disebut dipstik yang berada di ruang mesin atas bak perseneling (gearbox). Untuk mobil tipe tertentu, dipstick tersebut bisa dicek melalui bagian lubang-lubang bawah gearbox. Oleh karena itu harus diangkat agar orang bisa masuk ke kolong mobil supaya bisa melakukan pengecekan kondisi dan volume oli mobil.
- Setiap mobil transmisi otomatis dianjurkan untuk mengganti oli transmisi setiap 5.000 kmberbarengan dengan mengganti oli mesin. Selanjutnya untuk setiap 20.000 km oli harus dikuras dan diganti dengan yang baru diikuti penggantian filter oli transmisi. Tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan serpihan-serpihan yang tersisa dalam proses gesekan kanvas kopling.
- Untuk biaya ganti atau kuras oli mobil transmisi otomatis akan lebih mahal dibandingkan manual. Jika pada mobil manual akan dikenakan biaya biasanya Rp 90 ribu saja. Tetapi untukmobil matik biayanya bisa mencapai Rp 150 ribu – Rp 200 ribu. Sebenarnya cukup murah dibandingkan resiko yang akan terjadi jika tidak dilakukan perawatan yang memadai. Misalnya saja jika sudah terlanjur terjadi kerusakan pada mobil matik anda bisa mengeluarkan biaya hingga Rp 3-5 juta untuk overhalu transmisi. Belum lagi jika ada pergantian onderdil bisa saja menelan biaya yang lebih besar. Contohnya saja pergantian gearbox untuk mobil eropa seperti BMW, Peugeot dan Mercy bisa mencapai Rp 60 jutaan.
We are Comes for Education Consultant

0 komentar:
Posting Komentar